Filosofi Brownies Camilan Enak Berbahan Dasar Cokelat

Filosofi brownies



Kalau disuruh milih, antara camilan manis berbahan dasar cokelat sama camilan asin. Biasanya akan pilih yang mana?

Kalau Ipeh, akan jawab yang manis berbahan dasar cokelat. Soalnya, daku tuh suka banget sama cokelat.

Mau itu cokelatnya dijadiin toping aja. Atau cuma dijadiin campuran yang jumlahnya sedikit. Kalau ada cokelatnya, biasanya bakalan dipilih.

Nah, kalau misalnya suka bikin kue. Dan ingin bikin sajian kue tanpa oven tanpa mixer. Bisa banget sontek resep dari kak Icha.

Tapi, sayangnya, Ipeh itu mager banget kalau disuruh bikin. Mendingan langsung HAP terus dikunyah, hehe.



Brownies Hadir Dari Ketidak-sengajaan



Berdasarkan informasi dari Solopos.com yang bersumber juga dari The Nibble. Brownies ini merupakan kue klasik yang asalnya dari Amerika Serikat. Pada mulanya, ada seorang Koki yang bekerja di Hotel terkenal, diminta untuk membuat kue yang ukurannya lebih kecil.

Saat membuat kue, ia lupa memasukkan baking powder ke dalam adonannya. Hingga membuat kue tersebut bantat atau tidak mengembang. Dari ketidak-sengajaan inilah yang membuat kue tersebut padat dan berpori, namun justru menjadi kue unik yang terkenal sampai saat ini.

Meski tidak diketahui siapa nama koki tersebut. Ada lagi versi tentang kue brownies yang hadir dan melegenda ini. Versi ini berasal dari seorang pemilik toko kue yang kehabisan modal untuk membuat kue cokelat yang akan dijualnya esok hari.

Karena keterbatasan biaya, akhirnya ia menggunakan bahan yang apa adanya saja. Di sinilah, ia tidak memasukkan beberapa bahan yang biasa ada pada kue pada umumnya. Hingga membuat kue ini tampak gagal karena bantat. Tapi, justru laris manis dan pemilik toko kue sampai kewalahan menerima pesanan.

Dari kedua versi asal muasal kue brownies ini. Tampak dari keduanya memang masuk akal. Enggak ada kesan mengada-ada, gitu. Tapi, siapa yang bisa menyangka kalau kue brownies ini justru makin terkenal hingga saat ini.



Brownies Filosofi Yang Crunchy



Karena resep brownies sudah banyak dan sering dikombinasikan topping hingga cara memasaknya. Ada yang masih dipanggang ada juga resep untuk brownies kukus. Tapi, soal rasa brownies itu bisa berbeda.

Ada beberapa toko kue yang menyajikan brownies yang enak banget. Cokelatnya terasa nyes di mulut. Rasa manisnya sedang atau enggak terlalu manis. Dan pastinya bikin lidah lumer meleleh. Kaya tampilan Kue Balok Brownies yang lelehan cokelat di dalemnya bikin ketagihan.

Tapi, enggak ada juga yang bisa ngalahin brownies yang crunchy karena proses pengolahannya dipanggang. Sehingga teksturnya agak kering seperti cookies, cuma lebih tebal.

Brownies Crunchy ini paling enak kalau buat jadi teman saat baca buku. Soalnya enggak bikin lelehan cokelatnya nempel di kertas. Paling, bikin berantakan aja karena remahannya.

Ini yang terjadi saat nyoba Filosofi Brownies. Iya, namanya filosofi brownies, unik emang nama kuenya.

Taunya, justru dari temen yang memang jadi markerternya Filosofi Brownies ini. Dia nawarinnya dari Whatsapp story. Pas mampir, otomatis si Ipeh ini seketika komentar. Abis komentar, terjadilah transaksi.

Keunikan dari Filosofi Brownies ini, selain namanya. Waktu simpannya juga panjang. Karena, diolah seperti kue kering gitu. Tapi, benar-benar brownies yang tebal. Terus toppingnya dalam satu kemasan ada 8 rasa.



Filosofi Brownies Cookies Tahan Lama



 Jadi, ownernya Filosofi Brownies yang namanya Intan Pratiwi ini. Pernah cerita, kalau semula ingin jualan brownies melalui layanan GoFood. Otomatis, hanya menjangkau wilayah Bogor aja. Tapi, karena proses verifikasinya yang lama. Akhirnya, batal deh buka di GoFood.

Karena konsep brownies ini udah matang. Tapi, enggak mungkin juga dijual secara online. Soalnya, waktu simpan kue brownies pada umumnya itu kan enggak lama. Akhirnya, Mba Intan ini mulai renovasi lagi konsepnya.

Tercetuslah membuat brownies yang dijadiin kue kering. Tapi, bentuknya ya masih berupa brownies. Bingung enggak, tuh? Bentuknya sih memang jadi kaya Brownies Crunchy gitu. Dan memang benar, daya simpannya di suhu ruangan lebih dari tiga hari. Itu pun enggak berjamur.

Sementara, Ipeh pernah beli brownies biasa, yang dipanggang juga. Usia simpan di suhu ruangannya itu maksimal banget tiga hari. Setelah itu suka ada jamur di pinggirnya. Dan kalau mau lama, harus disimpan di kulkas.

Mengingat si Filosofi Brownies ini akhirnya dibuka secara online saat pandemi ini. Mba Intan pun sudah siap dengan segudang pertanyaan. Terutama, yang menanyakan mengenai usia simpan browniesnya. Karena, banyak yang mau pesan tapi domisilinya di luar pulau Jawa.

Karena konsepnya sudah bagus banget. Mantap gitu. Akhirnya, baru dua hari launching, sudah terjual 500 kotak Filosofi Brownies. Ipeh termasuk yang ikut PO pas launching.


Review Filosofi Brownies



Konsep Brownies dalam kemasan yang tahan lama di suhu ruangan. Ini tuh jarang ada. Kecuali, belinya di toko kue yang ternama banget. Ada lah toko kue yang terkenal banget, dia punya kue brownies yang umur simpannya cukup lama. Tapi, tetep aja, enggak melayani pesan antar gitu. Jadi harus datang ke tokonya, kan mager, ya.

Mengenai rasa, Ipeh enggak bohong kalau cokelat yang dipakai bukan cokelat kiloan yang murah. Tapi, cokelat asli karena enggak ada aroma sangit.

Kalau pernah cicip jajanan pasar yang full cokelat, terus cokelatnya tuh rasanya kaya beda dari cokelat yang biasa kita beli. Ada rasa-rasa anehnya, Ipeh nyebutnya aroma sangit.

Karena, proses pembuatan cokelatnya si cokelat aroma sangit ini, konon katanya, cuma pewarna sama perasa aja. Maklum, soalnya harganya murah.

Tersedia 8 macam toping, ada toping kurma terus ada kacang almond. Sama choco chips gitu. Sisanya, enggak inget karena langsung ludes, hehe.

Waktu pengiriman, karena dari Bogor ke Bekasi, ya. Jadi, normal estimation date-nya, sekitar 2 hari udah sampe. Untuk packingnya lumayan aman, meski namanya dikirim pakai kurir, jadi agak tumpeh-tumpeh gitu yang toping kejunya.

Selebihnya, enggak ada masalah dan asli sih emang enak.


Karena launchingnya ini secara online dan memang selama pandemi ini hanya melayani pembelian online. Jadi, buat yang mau coba si Filosofi Brownies ini bisa langsung kontak ke salah satu markerternya yang temen Ipeh juga (Nufus WA : 085782668090).



Kalau pembaca, dari banyaknya jenis kue atau cake dan kue kering. Kue apa yang paling disuka?

Related Posts

9 komentar

dudukpalingdepan mengatakan…
Brownies tuh emang enak banget, mau dikukus atau dipanggang, saya suka semua. Pernah juga nyobain brownies kering, itu enak juga karena terasa lembut dan nyesss di mulut walau teksturnya keras pas dipegang.
Aisyah Dian mengatakan…
Ya Allah Mbak Ipeh baru tahu nih kalau ternyata rasa coklat yang biasa kita makan di kue-kue yang harga murmer itu namanya Rasa Sangit. Bener coklat sih tapi gitu deh rasanya hehehehehehe

Filosofi brownies ini recommended banget ya jadi pengen nyobain nih
steffifauziah mengatakan…
gemes banget brownies crunchy, mau coba deh. soalnya saya juga lebih suka brownies oven dibanding brownies kukus hehe. kalo yang oven ada garingnya, tapi lembut di dalem. duh jadi mau makan brownies haha.
peralatandapurmasak mengatakan…
aku paling suka kue kering berupa cookies, apalagi didampingi dengan susu hangat :D
Richa Miskiyya mengatakan…
Kalo aku paling suka kastengel. Suruh habisin setoples sendirian juga bisa. Hehehe
Fadli Hafizulhaq mengatakan…
Nama brownies nya sangat filosofis. Brownies panggang memang lebih tahan lama daripada brownies kukus ya Mbak
Bayu Fitri mengatakan…
Brownies panggang lbh awet ya mbak..eh sy jg pernah dong min brownies cookies gitu ..kering bngt kyk biskuit awet dan tahan lama hehe
siswiyantisugi mengatakan…
Saya doyan banget brownies panggang, tapi belum pernah bikin sendiri. Meski kemunculan awalnya karna kegagalan, sekarang brownies jadi kudapan favorit di dunia.
Ica Nafisah mengatakan…
kalau kue kering akutu suka sama putri salju hihihi
brownies yang bener2 bantet gitu emang enak banget beda sama bolu
Subscribe Our Newsletter