Rekomendasi Hutan Indonesia Sebagai Tempat Healing Favorit

Tempat paling favorit untuk melepas penat, kemana?

Sebagai orang yang memilih pemandangan pepohonan, sawah dan pegunungan sebagai tempat meregangkan otot. Aku tentu akan menjawab jalan ke hutan atau lokasi manapun yang menyajikan pemandangan kehijauan seluas mata memandang.

Warna hijau pemandangan dan alam membuatku menjadi rileks. Ditambah, suasana yang damai hanya ditemani suara serangga, burung ataupun gemericik air. Menambah raga ini seperti terlepas dari segala beban kehidupan (meski nyatanya beban itu tak kemana-mana, hehe).

Aku pernah menuliskan pengalamanku bermalam di hutan lindung Cimedang di sini dan ada lagi pengalamanku bermain di hutan daerah Deltamas yang belum pernah kuceritakan. Selain hutan lindung ini, ada beberapa hutan lain yang ingin sekali dikunjungi. Healing Forest, istilah ini beredar belakangan sebagai aktivitas fisik yang dilakukan di hutan yang sesuai untuk pengunjung pemula. Tujuannya, untuk mengolah tubuh agar terbiasa bergerak di alam bebas juga sambil berinteraksi dengan alam dengan mengenal beragam kegiatan sederhana yang bisa membuat hutan tetap terjaga.

Hutan yang asik dikunjungi pun terbagi ke dalam empat kelompok yaitu Hutan Pinus, Hutan Lindung, Hutan Mangrove, Hutan Hujan dan Hutan Ekowisata. Seluruh lokasinya tersebar ke wilayah-wilayah yang ada di Indonesia. Ada beberapa rekomendasi hutan yang aku rangkum, beberapa bersumber dari internet dan sepertinya asik untuk dikunjungi.

hutan

Hutan mangrove merupakan jenis hutan yang bisa didapat di sekitar garis pantai. Manfaat utama adanya hutan mangrove yaitu mencegah terjadinya abrasi. Sebab, hutan ini lebih banyak berinteraksi dengan pasang surut air laut yang mampu mengikis areal pantai. Selain itu, ternyata hutan mangrove ini sering dijadikan habitat oleh makhluk laut yang hidup di sekitar akar pohon.

Jenis hutan mangrove di dunia pun berbeda jenisnya, di Indonesia yang paling banyak ditemui di hutan mangrove adalah jenis tanaman spesies bakau. Pada akar-akar pohon mangrove yang kokoh, sering terdapat hewan laut endemik. Karena itu, pelestarian hutan ini selain untuk menjaga terjadinya abrasi juga untuk melindungi vegetasi makhluk hidup yang tumbuh di sekitar hutan mangrove ini.

Manfaat dari hutan mangrove yang lainnya yaitu :

  • Memberikan nutrisi bagi makhluk hidup di sekitarnya
  • Dapat menjernihkan air dan menjaga keseimbangan kadar garam
  • Menjaga laju perubahan iklim yang sudah terjadi dan juga menjaga cuaca agar tidak ekstrim
  • Mampu menjaga kualitas udara
  • Mencegah pemanasan global

3 Hutan Mangrove Yang Sayang Dilewatkan

karhutla

1. Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk Jakarta

Terletak di kawasan elit Jakarta Utara, kawasan seluas 99,82ha ini ditujukan bukan saja untuk konservasi alam tapi juga sebagai tempat untuk healing, rekreasi dan pariwisata. Kawasan ini direstorasi sekitar tahun 1998 ini sangat dekat dengan Tol JORR dan juga dekat dengan transportasi umum.

Kehadiran hutan mangrove ini agar mampu menyeimbangkan tingkat polusi di Jakarta. Dan lokasinya yang masih di kawasan Jakarta Utara bisa menjadi tempat rekomendasi yang asik untuk bersantai bersama keluarga atau teman atau ingin menyendiri tapi tidak jauh dari rumah khusus yang tinggal di JABODETABEK.

save forest

2. Hutan Mangrove Muara Gembong Bekasi

Sebagai warga Bekasi, untuk mencapai ke lokasi tempat Hutan Mangrove Pantai Mekar ini memang membutuhkan waktu tempuh yang cukup lumayan. Namun, sesampainya di hutan mangrove yang dekat dengan pantai, memang langsung terbayar dengan keasrian suasananya.

Kehadiran hutan mangrove di daerah Pantai Mekar ini, sebenarnya bukan karena lokasinya berada di pantai. Tapi, Pantai Mekar ini merupakan nama desa yang wilayahnya banyak berkurang akibat abrasi pantai. Untuk mengatasinya, ditanamlah tanaman mangrove bakau ini yang pada akhirnya selain bisa menghindari kawasan permukiman dari abrasi air laut. Juga, untuk menjaga tradisi para nelayan yang sering mengadakan syukuran sebagai bentuk rasa terima kasih atas limpahan rezeki dari laut yang mereka terima.

Di hutan mangrove muara gembong ini, terdapat beragam spesies burung yang tidak banyak bisa disaksikan di wilayah perkotaan. Selain itu, tempatnya yang adem dan nyaman, menjadikan pengalaman healing semakin menarik dan tak terlupakan.

indonesian forest

3. Hutan Mangrove Karimunjawa

Yang belum pernah dengar atau belum pernah mampir ke pulau Karimunjawa. Sini, aku temani, hehe. Iya, aku belum pernah ke pulau yang sering banget dikunjungi beberapa teman backpacker-ku. Tapi, sayangnya setiap ada open trip, sering sekali bertabrakan dengan jadwal yang lain.

Pulau Karimunjawa ini memang menyajikan beragam keindahan yang tidak bisa diungkapkan. Memiliki daya magis meskipun untuk bisa mendarat ke pulau ini, membutuhkan jarak tempuh yang cukup lumayan dengan menggunakan transportasi laut.

Pemandangan lautnya yang indah, disertai rindangnya pepohonan dari hutan mangrove. Terlebih, tempat penginapan yang disediakan dengan pelayanan yang baik. Membuat momen untuk berlibur ke Karimunjawa ini sering membuatku terpesona. Bagi yang ingin mengunjungi hutan mangrove di pulau Karimunjawa ini, bisa memesan paket wisata khusus yang bisa ditemukan di beberapa penyedia layanan wisata.

Rekomendasi Hutan Lindung Yang Ada di Jawa Barat

Hutan lindung merupakan wilayah hutan yang digunakan sebagai penyangga kehidupan makhluk hidup dan masyarakat yang ada di sekitarnya. Fungsinya sebagai pengatur tata air, pencegah banjir, pengendali erosi juga sebagai penyubur tanah.

Di Jawa Barat sendiri ada banyak hutan lindung yang bahkan masuk dalam buku yang ditulis oleh seorang ilmuwan dari Belanda. Sayangnya, karena kurangnya alat dan teknologi untuk mengetahui luasan hutan lindung yang ada sekarang, membuat sajian data yang ada kurang akurat.

Ditambah peraturan terkait hutan lindung yang masih kurang kuat. Tidak banyak ditaati juga oleh banyak orang. Membuat keberadaan hutan lindung di Jawa Barat sebenarnya sudah mulai berkurang. Hutan Lindung Cimedang termasuk hutan yang masih eksis dan memang perlu dan sangat penting untuk dilindungi secara ketat dari pembalakan liar. Terutama pemotongan ilegal untuk dijadikan lahan tempat tinggal.



hutan indonesia

Dampak Buruk Rusaknya Hutan Lindung

  • 1. Menjadi penyebab menurunnya kualitas oksigen, sebab pepohonan yang berfungsi sebagai penyerap karbon berkurang. Sementara gas emisi yang keluar dari kegiatan dan aktivitas manusia semakin bertambah. Ketidak-seimbagan antara jumlah pohon dengan gas yang keluar inilah yang membuat polusi udara semakin menjadi dan kualitas oksigen yang ada semakin berkurang.
  • 2. Faktor penyebab terjadinya bencana banjir, karena hutan yang bisa menampung air hujan tidak lagi bisa bekerja secara maksimal sebab jumlahnya semakin sedikit. Sementara, perubahan iklim membuat cuaca menjadi ekstrim. Debit air hujan menjadi semakin banyak tapi penampung air hujan yaitu hutan sudah semakin menipis.
  • 3. Terjadinya tanah longsor, diakibatkan fungsi dari akar tanaman sebagai penyangga sudah berkurang.

Hutan Lindung

3 Hutan Lindung di Jawa Barat Yang Harus Dikunjungi, Di Restorasi dan Dijaga

1. Hutan Lindung Cimedang Sariwangi Tasikmalaya

Keindahan dan keasrian hutan ini memang menarik. Terutama, lokasinya yang bersentuhan langsung dengan pemukiman warga dan jalur masuk ke gunung Galunggung. Hutan ini masih menjadi tempat warga mencari penghidupan. Baik berupa sayuran maupun kayu-kayu yang rusak akibat bencana alam (bukan ditebang).

Suara tonggeret yang kencang justru menjadi suara latar paling nyaman yang kudengar. Udaranya yang sangat bersih membuatku ingin selalu mengunjungi hutan ini. Apalagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya masih berupaya untuk menjaga hutan ini dari kerusakan. Meskipun, masih belum jelas bagaimana peraturan jual beli tanah di kawasan ini. Sebab, kedua kali aku berkunjung ke sini, sudah ada beberapa bangunan yang akan dijadikan villa dan restoran di dalam hutan. Tentunya, jika perizinan pembangunan dan alih fungsi lahan yang tidak ketat. Bisa membuat hutan lindung ini rusak dalam waktu yang cukup cepat. Sangat disayangkan pastinya.

hutan indonesia
hutan indonesia

Hutan Lindung

2. Hutan Lindung Sukabumi

Sebenarnya, berita mengenai hutan lindung yang ada di Sukabumi ini masih tidak begitu mencukupi. Aku mengetahuinya dari rekomendasi teman yang sudah sangat lama terakhir berkunjung ke hutan lindung di dekat Ciemas. Namun, informasi yang beredar, hanya sedikit dan berisi tentang kerusakan hutan lindung disebabkan oleh pembalakan liar. Sehingga, agak sedikit mustahil untuk diketahui lokasinya dan dijadikan tempat untuk refreshing.

Namun, tetap aku tuliskan sebagai catatan, bahwa hutan lindung di daerah Sukabumi ini sangat memprihatinkan. Tidak adanya naungan hukum yang ketat sehingga perusakan yang masiv ini masih terus terjadi.

Hutan Lindung

3. Hutan Lindung Ranca Upas Bandung

Masih segar dalam ingatan adanya perusakan tanaman di hutan lindung Ranca Upas oleh kegiatan komunitas motor trail beberapa waktu lalu. Kejadian ini cukup viral sebab protes warga dan penjaga hutan lindung seperti jadi angin lalu. Pasalnya, ada banyak tanaman yang dirusak sementara untuk tumbuhnya membutuhkan waktu yang lama.

Kerusakan seperti ini bahkan tidak disoroti secara serius oleh pemerintah. Tidak ada sanksi yang berat sehingga perusakan hutan lindung di Jawa Barat semakin banyak. Tampaknya, beberapa tahun mendatang, jika tidak adanya hukum perlindungan hutan lindung ini, tentunya akan membuat hutan di Jawa Barat rusak dan menghilang.

hutan indonesia

Rekomendasi Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis sebenarnya merupakan hutan yang berada di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Tumbuhan di hutan ini umumnya memiliki daun yang lebar, warnanya hijau dan memiliki kerapatan yang tinggi. Keberadaan hutan hujan tropis ini tersebar di seluruh Indonesia. Namun, di pulau Jawa, hutan ini sudah termasuk langka dan hanya sedikit yang tersisa. Semoga saja keberadaannya tidak punah. Jadi, sebelum itu, ada niatan untuk bisa berkunjung ke hutan hujan tropis meskipun untuk mencapainya dibutuhkan waktu berjam-jam. Ada beberapa hutan hujan tropis di pulau Jawa maupun di wilayah lain yang akan aku rangkum sebagai wawasan baru untuk teman-teman ngiderbae.

Hutan Hujan Tropis Yang Tersisa Dan Yang Masih Ada

hutan indonesia

1. Hutan Petungkriyono Yang Tersisa di Pulau Jawa

Keberadaannya yang terletak di kabupaten Pekalongan Jawa Tengah memiliki ketinggian 500-1.700 meter di atas permukaan laut. Hutan ini milik Perhutani dan dikelola oleh KPH Pekalongan Timur. Terdapat sepuluh desa yang berada di sekitar kawasan hutan hujan tropis ini.

Hutan ini sebagian besar berfungsi sebagai hutan alam dan hutan lindung. Makhluk hidup yang ada di dalam hutan ini sudah banyak berkurang akibat perburuan dan pembalakan liar. Padahal keanekaragaman hayati baik flora dan fauna di dalamnya sangat banyak dan berlimpah. Dan keberadaan hutan hujan tropis Petungkriyono ini sebagai penyangga kehidupan bagi masyarakat di Pekalongan maupun sekitarnya.

Faktanya, hutan hujan tropis ini menjadi penyumbang 20 - 35% suplai oksigen untuk seluruh dunia. Dan sebagai penyimpan milyaran ton karbon yang diserap dari seluruh penjuru dunia. Tak hanya itu, hutan hujan tropis juga menjadi rumah bagi makhluk hidup dari beragam spesies.

hutan indonesia

2. Hutan Hujan Tropis Halimun Salak Penyokong Air Bagi Wilayah JABODETABEK

Sebagai warga Bekasi, sangat bersyukur sebab hutan hujan tropis Halimun di Gunung Salak ini masih ada. Meski juga sama sudah sedikit berkurang. Keberadaanya yang mengitari dan menyelimuti Gunung Salak, hingga membuat gunung tersebut tampak seperti gunung keramat. Justru semestinya menjadi nilai tambah agar tidak terjadi pengrusakan secara besar-besaran.

Baru diresmikan sebagai taman nasional alam pada tahun 2004. Hutan Halimun ini menjadi tempat pusat suaka Elang Jawa yang keberadaannya sudah hampir punah.

hutan indonesia

3. Tiga Hutan Hujan Tropis di Pulau Sumatera Yang Terancam Keberadaannya

Ada tiga hutan hujan tropis yang berada di pulau Sumatera ini. Yaitu, Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Ketiga hutan hujan ini masih cukup besar dan membentang dari Aceh hingga Lampung.

Sayangnya, sebagai tempat yang dijadikan wilayah bagi transmigran dari pulau Jawa. Membuat hutan-hutan yang ada di pulau Sumatera ini banyak beralih fungsi menjadi lahan tempat tinggal. Tak hanya itu, kemudian merembet menjadi pembebasan lahan hutan menjadi tempat publik, jalanan untuk transportasi darat hingga sawah dan ladang juga tanaman sawit yang ditujukan untuk keuntungan perusahaan swasta.

hutan indonesia

4. Hutan Hujan Kalimantan Yang Menjadi Paru-paru Dunia

Indonesia memang berbangga karena hutan yang berada di Kalimantan ini menjadi bagian dari paru-paru dunia setelah hutan Amazon. Sayangnya, rekor ini sejalan dengan deforestasi hutan yang terlampau cepat. Restorasi kerusakan akibat penggunaan hutan sebagai bahan mentah dan kerusakan lain seperti dijadikan lahan untuk tanaman sawit. Membuat kondisi hutan di Kalimantan sudah sedemikian mengenaskan.

Padahal, hutan hujan tropis di Kalimantan ini menjadi tempat tinggal bagi flora dan fauna yang tidak dapat ditemui di negara manapun, hanya ada di Indonesia. Sayangnya, sudah banyak berkurang organisme yang ada di dalam hutan akibat alih fungsi lahan hingga kebakaran hutan akibat perluasan lahan untuk kepentingan pribadi manusia seperti pembukaan lahan untuk sawah, ladang, tanaman sawit, tempat tinggal, tempat publik hingga transportasi darat.

hutan indonesia

5. Hutan Hujan Tropis di Papua Sebagai Tempat Tinggal Cendrawasih

Harapan terakhir bagi dunia dan manusia adalah keberadaan hutan hujan tropis di Papua. Sebab, hutan hujan ini menjadi tempat bagi Cendrawasih yang hanya ada di tanah Papua. Sayangnya, belakangan ini banyak terjadi perluasan lahan dan alih fungsi hutan untuk penanaman sawit maupun lumbung padi.

Padahal flora dan fauna endemik yang ada di hutan ini sangat banyak. Jika semakin sempit dan kecil tempat tinggal mereka. Maka akan semakin hancur dan punah keberadaannya. Terutama, eksistensi hutan yang tentu tidak akan maksimal dalam menghasilkan oksigen demi manusia di masa yang akan datang.

Kisah Sedih Hutan Indonesia Dari Pembalakan Liar Hingga Kebakaran Hutan

Sebenarnya, apa sih alasan paling sering diutarakan saat membabat habis pepohonan di wilayah hutan?

Alasan pertama yaitu alih fungsi lahan sebagai lahan untuk food and energy estate. Alias sebagai lahan untuk dijadikan penghasil pangan demi mencegah krisis pangan yang mungkin akan terjadi di seluruh dunia.

Namun, faktanya justru lahan yang dirusak dan dibabat habis ini tidak berjalan secara maksimal penggunaannya. Justru, dijadikan tempat untuk penanaman tanaman sawit yang notabennya tidak maksimal dalam menjaga kestabilan ekosistem. Justru hanya sebagai tanaman yang dijadikan produksi untuk keuntungan saja.

Alasan kedua adalah alih fungsi untuk dijadikan tempat tinggal, jalur transportasi darat hingga untuk dijadikan tempat fasilitas publik. Betul, semua masyarakat adat yang ada di sekitar hutan membutuhkan fasilitas tersebut. Namun, justru penebangan tanpa adanya perhitungan yang matang justru membuat hutan rusak. Dan merembet ke kebutuhan-kebutuhan lain yang tidak urgent namun tetap dilaksanakan sehingga kerusakan hutan semakin parah.

Cara yang paling sering dilakukan dalam perusakan hutan seringnya bukan saja pembalakan dan penebangan hutan secara liar dan barbar. Tapi, seringnya dengan membakar hutan dan lahan.

Akibat dari pembakaran hutan dan lahan inilah yang menyebabkan milyaran gas emisi yang terkandung di dalam lahan basah, menyeruak ke udara dan menyebabkan perubahan iklim yang lajunya semakin cepat. Dari laju perubahan iklim inilah banyak penyakit yang menjangkiti, polusi semakin tidak terkendali, oksigen menurun kualitasnya dan pastinya panas bumi semakin meningkat.

Apa Yang Bisa Dilakukan Agar Hutan Tetap Terjaga Eksistensinya dan Bagaimana Caranya?

Hutan sering dijadikan tempat healing bagi semua orang yang suka dengan alam. Tapi, bagaimana mau healing jika hutan tempat healing menghilang?

Seram kalau membayangkan hutan di Indonesia hilang. Tidak ada lagi kehijauan yang tampak di bumi. Ketakutan ini semestinya jangan hanya sekadar menjadi ketakutan semata. Tapi, harus dijadikan aksi nyata untuk menjaga hutan agar tidak semakin rusak.

Menjaga hutan memang tidak mudah. Apalagi mengingat hutan di Indonesia ini sangat luas, sehingga polisi patroli hutan yang hanya sedikit pun mungkin belum bisa menangani secara serius pelaku perusakan hutan.

Kalau begitu bagaimana cara yang mungkin saat ini terasa sederhana tapi efeknya bisa dirasakan di masa mendatang?

  • Ikut mendukung aksi lembaga lingkungan hidup non pemerintah dalam aksi menjaga alam hutan Indonesia. Seperti mengisi petisi maupun mendukung program mereka dalam bentuk donasi.
  • Membagikan konten mengenai fakta tentang hutan Indonesia kepada publik melalui sosial media yang dimiliki. Agar kesadaran masyarakat semakin tinggi sehingga dukungan dari semua masyarakat Indonesia bisa mendesak pemerintah membuat peraturan yang ketat bagi penjagaan hutan di Indonesia.
  • Membatasi penggunaan produk yang menggunakan bahan dasar dari hutan. Agar produksi yang memerlukan bahan dasar dari hutan ini semakin berkurang.
  • Menyuarakan dan mendorong pemerintah agar mengeluarkan peraturan demi menjaga ekosistem hutan dan alam Indonesia.

hutan indonesia

Selain melakukan empat hal di atas. Ada lagi aksi #BergerakBersamaBerdaya #UntukBumiku yang bisa dilakukan dalam kegiatan keseharian teman ngiderbae. Aktivitasnya enggak sulit dan mudah diikuti. Tapi, membutuhkan kejujuran dalam prakteknya, ya.

Saat melakukan aksi #BergerakBersamaBerdaya agar bumi semakin membaik. Dibutuhkan waktu adaptasi bagi teman-teman yang tidak sebentar. Karena itu, sebaiknya aksi ini dilakukan secara rutin setiap hari. Pilih aksi yang mudah dilakukan agar membentuk kebiasaan.

Lakukan Ini Demi Alam Yang Terjaga

Ini Aksiku #BergerakBerdayaBersama #UntukBumiku Tercinta :

hutan indonesia
Mengurangi penggunaan tisu dan menggantinya dengan lap cuci pakai.

Membawa botol dan tempat makan sendiri dari rumah setiap mau jajan, jadi mengurangi penggunaan plastik maupun bungkusan sekali pakai.

Kurangi belanja pakaian terutama pakaian dari bahan yang sulit terurai. Teman ngiderbae bisa mencari informasinya di internet, bahan pakaian apa saja yang harus dihindari.

Usahakan perbanyak berjalan kaki saat menuju satu tempat untuk mengurangi penggunaan kendaraan.

Belajar mendaur ulang barang yang tidak terpakai di rumah atau mendonasikannya ke lembaga yang terkait.
Bisa menggunakan transportasi umum jika memungkinkan agar mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Hemat menggunakan energi listrik. Cabut semua kabel dari alat elektronik yang tidak terpakai.

Kurangi penggunaan air conditioner alias pendingin udara semaksimal mungkin.

Ikut aksi menanam pohon baik di lingkungan tempat tinggal maupun dalam bentuk donasi menanam pohon.

Belajar mengolah sampah rumah dan memisahkannya berdasarkan kategori sampah organik, anorganik maupun sampah daur ulang.

Yuk #BersamaBergerakBerdaya menjaga hutan!