Kedai Kopi Tetirah Tempat Nongkrong Favorit Di Bekasi

Kedai kopi bekasi


Selama pandemi ini, ada banyak jadwal dan kebiasaan yang mau enggak mau berubah. Mulai dari kebiasaan pagi yang rutin minum kopi. Sampai kebiasaan bekerja di warung kopi. 

Kalau kata anak-anak jaman now, semua berubah sejak negara api menyerang. Dan mengubah kebiasaan untuk Tetap Produktif Bekerja Dari Rumah harus sudah dibiasakan. Alhamdulillah setelah mampir ke tulisan Kak Nurhilmiyah jadi ada setitik pencerahan. 

Seenggaknya, bisa bikin mood kembali semangat. Biar enggak loyo selama di rumah. Dan tetap bisa selesain kerjaan dengan baik dan lancar. 

Biar tambah semangat, boleh dong ya. Ipeh ceritain tempat nongkrong favorit di Bekasi. 



Tempat Nongkrong Bergaya Warung Kopi Pinggiran



Lokasinya pas di tengah kota Bekasi. Berada di kawasan Summarecon Bekasi, tepatnya di Pasar Modern Ruko Sinpasa.

Kedai Kopi ini dikelola oleh seorang pembina anak-anak jalanan. Orangnya ramah dan supel tapi enggak berlebihan. Jadi, makin nyaman dan sering nongkrong di tempat ini.

Nama tempatnya Tetirah. Tetirah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti pergi ke tempat lain dan tinggal sementara waktu. 

Kalau menurut pemahaman Ipeh. Keinginan pengelola dan pemilik Tetirah ini, ingin menjadikan Tetirah tempat nongkrong dan tempat untuk sejenak menghabiskan waktu berlama-lama.

Menurut Bang David, yang mengelola Tetirah ini. Beliau ingin menerapkan konsep Tetirah seperti warung kopi pinggir jalan. Tapi, dikemas dengan lebih elegan dengan target market orang-orang menengah ke atas.

Bukan tanpa tujuan, tapi bagi Bang David, menemukan tempat nongkrong yang nyaman tanpa dilirik oleh pegawai karena kelamaan. Sangatlah sulit, terutama bagi mereka yang butuh tempat meeting di luar kantor.


Kedai kopi tetirah


Tempat Nongkrong Sambil Kerja



Membahas masalah warung kopi. Ada yang pernah mampir ke warung kopi? Ipeh sering, sih. Terutama kalau lagi perjalanan ke suatu tempat. Sering mampir ke warung kopi pinggir jalan.

Filosofi yang ingin diterapkan oleh Bang David untuk Tetirah ini. Yaitu menjadikan warung kopi sebagai tempat nyaman untuk berbincang santai. Tempat nyaman untuk berbagi informasi. Sampai tempat nyaman untuk berbicara hal yang serius.

Pernah tau enggak, kalau di warung kopi juga, banyak pertukaran informasi terjadi. Baik itu cerita tentang supir truk yang memberi tahu pengemudi lain untuk tidak melewati jalur tertentu karena rusak.

Bahkan, informasi mengenai kejadian tertentu yang kita sendiri belum tau. Tapi, karena orang tersebut menjadi saksi mata, maka kita bisa mendengar informasinya langsung.

Menurut teman-teman Ipeh, di warung kopi pula, sering nongkrong mata-mata yang bertugas untuk mengawasi orang-orang yang menjadi target. Nah, kalau yang ini masih belum tau, kira-kira valid atau enggak.

Yang pasti, setiap berkunjung ke Tetirah, memang selalu ada saja hal baru yang Ipeh dapat.



Sajian Kopi Berkualitas



Salah satu hal baru yang Ipeh dapat dari nongkrong di Tetirah. Berkenalan dengan kopi Vietnam yang disajikan dengan gelas khusus.

Saat pertama gelas dihidangkan, lengkap dengan saringannya. Ipeh sempat bingung, “bagaimana cara minumnya?”

Alhamdulillah, Bang David langsung paham kalau melihat ada yang mungkin kebingungan dengan bentuk sajian kopinya. Beliau langsung datang dan menjelaskan cara minumnya.

Sambil sesekali mengajak berbincang hal-hal yang umum.


Kedai kopi tetirah




Bahkan, kalau kita baru pertama kali datang ke tempat ngopi ini. Kemudian, kita memesan kopi dan meminta kopi yang aman untuk lambung. Niscaya akan dikenalkan pada beberapa jenis kopi yang aman.

Tenang, enggak akan mengatakan bahwa semua kopi itu aman. Enggak. Tapi, akan dijelaskan beberapa kopi yang memang rasa aslinya itu ada sedikit masam. Nah, kopi ini yang tidak akan dihidangkan bagi penderita maag.

Kita akan diberi informasi ini selama kita memberikan informasi juga pada mereka. Jadi, barista-nya bisa langsung menyiapkan kopi yang sesuai untuk kita.



Selain Kopi Ada Minuman Lain?



Ada dong. Ada minuman seperti milkshake, teh leci sampai teh jahe. Semuanya diracik di tempat. Jadi, kita bisa menyesapnya dalam kondisi segar, terutama teh leci dan teh jahe.

Biasanya, di Tetirah juga disediakan makanan ringan sampai makanan berat. Kalau kita mau bertanya, akan disediakan menunya.

Eh, kok kalau kita nanya? Iya, jadi Bang Dave atau Bang David ini punya konsep. Dia ingin bersinergi dengan pedagang lain di Pasar Modern. 

Setiap pelanggan yang datang dan menyesap kopi di kedai Tetirah. Pasti akan diarahkan untuk mencoba mencicipi makanan lain yang berasal dari warung yang ada di Pasar tersebut.

Menurut Bang David, kalau kita bisa bersinergi, tanpa harus takut kehilangan pelanggan. Pasti hasilnya akan lebih baik.


Tetirah bekasi


Warung Kopi Tempat Menyendiri Tanpa Kesepian



Menghabiskan waktu di kedai kopi Tetirah sendirian, sering membuat Ipeh lupa akan waktu. Seringnya, datang ke sana bersama segudang kerjaan yang harus diselesaikan. Atau kadang menunggu teman yang berjanji datang, sambil ditemani buku untuk dibaca.

Namun, jangan harap kita akan kesepian dan diasingkan saat datang ke sana. Bang Dave sering mengajak pelanggan yang mampir berbincang santai.

Jenis perbincangan yang enggak membuat kita merasa enggak nyaman apalagi merasa takut. Tapi, obrolan ringan yang justru membuat pelanggan enggak bosan untuk datang lagi.

Bayangkan saja, sering loh, Ipeh mendengar beliau menyapa pelanggan setia. Bapak-bapak yang menemani istrinya belanja, tapi memilih untuk menanti di kedai ini.

Dari obrolan ringan ini pula, Bang Dave berharap jika ada pelanggan yang datang dan merasa kesepian. Maka kesepian itu akan runtuh berkeping-keping. Meninggalkan kesan hangat dan optimisme saat selesai berkunjung dari Tetirah.


Penutup


Mengetahui tempat-tempat nongkrong yang asik juga untuk tempat bekerja seperti kedai Tetirah ini. Menjadi nilai lebih buat Ipeh. Terutama ketika ada teman dari luar kota yang ingin bertemu.

Tapi, enggak memungkinkan untuk bertemu di rumah Ipeh. Juga enggak nyaman ketemuan di Mall, karena alasan ramai. 

Maka Ipeh akan merekomendasikan kedai Tetirah ini sebagai tempat yang memang enggak riuh, tetap ramai tapi enggak mengganggu. Selain itu, tempat ini nyaman untuk berbincang tanpa khawatir mengganggu orang lain.


Ada rekomendasi tempat makan atau tempat apapun yang mungkin asik banget dijadikan tempat kerja? Mungkin perpustakaan atau apa gitu?

Related Posts

13 komentar

dudukpalingdepan mengatakan…
Walau saya ga suka kopi, tapi jujur kangen juga makan di luar atau ke cafe buat ngeblog dan foto buat job, hehe. Baca ini jadi tambah kangen deh. Semoga setekah Ramadan, covid-19 ini pergi.
Bayu Fitri mengatakan…
Wah saya salut nih dng prinsip bang Dave owner nya kopi Tetirah, beliau mau bersinergi dengan pedagang lain. Jadi istilahnya bagi2 rejeki gitu ya kak..karena pembeli di kopi Tetirah di beri info ada produk lain di pedagang pasar yg enak untuk dicicipi..keren bener..
Citra Pandiangan mengatakan…
Suka sub judulnya tempat menyendiri tanpa kesepian ya hihi... Paling suka nongki minum coffee sambil kerja di cafe biar nggak jenuh di rumah aja
Richa Miskiyya mengatakan…
Kangen deh nongkrong di tempat kayak gini. Sejak pandemi udah gak bisa nongkrong nongkrong lagi sama temen-temen.
steffifauziah mengatakan…
wah saya kangen kopi susu hehe, biasanya pesen copucino tuh kalo lagi kerja di cafe begitu. kangen ya, hehe. semoga segera usai dan kita bisa menikmati kopi di cafe
blogger parenting mengatakan…
Aku penggemar kopi kak Ipeh. Konsepnya menarik ya. Aku jadi kepingin ke tetirah. Tapi kok jauh, hehe. Sinergi nya ini yang bikin aku terinspirasi dari bang David.
Ica Nafisah mengatakan…
keren yah, enggak mau cuma ngambil untung buat diri sendiri
tapi mengajak pelanggan untuk ikut bagi-bagi rezeki ke pelapak sebelah
Ada kopi Vietnam di Tetirah ya...ummm...inget kopi itu inget kasus Kopi Mirn* deh ya tp dia yg es kopinya ya hehe..

Usul, di perpus bagian buku remaja biasanya nyaman banget buat kerja
Scr didesain biar kekinian n bikin betah remaja baca di sana yaa
Aisyah Dian mengatakan…
Wah tempat ngupi yang asyik banget ya kak ipeh begitu juga ownernya. Hari gini masih ada orang-orang baik ya, suka takjub. Kebanyakan kana kita pesen habis itu ya dianggurin wkwkwk
Fadli Hafizulhaq mengatakan…
Saya kira penjaga kedai kopi mesti menjadi orang yang enak diajak ngobrol, karena selain tempat nongkrong, kedai kopi juga tempat untuk ngobrol.
Agung Indra Wijaya mengatakan…
aku bangga kepada dia mau bersinergi dengan pedagang lain dan tidak mau cuma ngambil untung buat diri sendiri tapi mengajak pelanggan untuk ikut bagi-bagi rezeki ke pelapak sebelah. sangat mengispirasi hidup aku


BeHangat.Com
siswiyantisugi mengatakan…
Pemilik kedai yang humble pada customer biasanya bikin customer akan datang lagi..lagi..dan lagi..
Ida Raihan mengatakan…
Ngebayangin nongkrong di sana sendirian dengan segala kenyamanannnyaa sambil nyeruput kopi. Mantaap.
Subscribe Our Newsletter